Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi Di Kaki Mahameru
Wednesday, October 24, 2018
Add Comment
Dikala ini, kesibukan mendaki atau hiking sedang banyak diminati oleh para wisatawan. Tidak dikesampingkan hal ini juga sebab dampak sebuah film layar lebar yang diangkat dari novel best seller �5 CM�. Gara-gara film 5 CM ini, kesibukan hiking yang dulunya dianggap berbahaya dan membutuhkan training khusus, seolah kelihatan gampang. Khususnya lagi di film ini menyuguhkan sinematografi estetika Gunung Semeru yang selama ini tak banyak diketahui orang.
Meledaknya film ini membuat banyak orang berbondong-bondong untuk mendaki Gunung Semeru. Pendakian mereka tak semua sampai puncak. Kebanyakan mereka mendaki sampai sampai Ranu Kumbolo, kemudian berkemping di sana.
Ranu Kumbolo adalah sebuah danau air tawar yang sering menjadi daerah transit bagi para pendaki Gunung Semeru. Terletak di ketinggian 2.400 mdpl, Ranu Kumbolo juga adalah sumber air bersih bagi para pendaki. Dengan debit air yang berlimpah, danau ini menjadi daerah berkumpul bari para pendaki untuk berkemah. Ranu Kumbolo berlokasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di antara kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Bagi Anda yang berada di luar Jawa Timur, dapat menggunakan trek udara menuju Malang lewat bandar udara Abdurrahman Saleh. Tetapi jika Anda lebih menyenangi perjalanan yang santai, dapat menggunakan kereta api menuju stasiun kota baru.
Sesudah tiba di kota Malang, Anda dapat mncari angkutan lazim menuju desa Tumpang kemudian berhenti di Terminal Tumpang. Perjalanan selanjutnya dapat Anda tempuh menggunakan mobil jeep (SUV) yang disewakan penduduk sekitar menuju Ranu Pani.
Sejujurnya, perjalanan liburan menuju Ranu Kumbolo bukanlah perjalanan yang gampang, bahkan dapat dikatakan perjalanan yang berat sebab membutuhkan tenaga fisik yang prima dan perbekalan yang cukup.
Disarankan bagi Anda yang berharap berlibur ke sini, paling tak selama satu minggu sebelumnya latihan fisik terutamanya daulu. Latihan fisik ini dapat berupa jogging, gym, lari, dan olahraga lain yang dapat meningkatkan tenaga tahan dan tenaga tubuh Anda.
Kecuali fisik, siapkan foto kopi KTP sebanyak tiga lembar, surat keterangan sehat dari dokter, dan materai. Di Ranu Pani nanti sebelum mendaki, Anda akan dipinta menjalankan registrasi dengan memperlihatkan dua surat ini. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan sebagai perbuatan penyelamatan dapat terjadi sesuatu yang buruk pada Anda dikala perjalanan.
Hal terakhir yang mesti Anda siapkan sebelum menjalankan perjalanan adalah peralatan mendaki seperti jaket (usahakan jaket tebal yang tahan air), kaos kaki, sarung tangan, penutup kepala, penutup telinga, masker, sleeping bag, kemah, makanan, dan air minum. Bawalah persediaan air yang cukup. Anda juga dapat membawa coklat atau madu untuk membantu menambah stamina dikala perjalanan mendaki.
Perjalanan menuju Ranu Kumbolo
Karcis masuk ke Ranu Kumbolo kurang lebih 10.000 Rupiah per orang dan 20.000 Rupiah per kemah. Untuk mencapai Ranu Kumbolo, ada dua opsi trek pendakian menuju Ranu Kumbolo adalah lewat Watu Rejeng dan Bukit Ayek-ayek.
Jalur Watu Rejeng jauh lebih gampang ditempuh namun membutuhkan waktu yang lebih lama. Sedangkan lewat trek Bukit Ayek-ayek, perjalanan jauh lebih cepat namun jalannya terjal dan cukup berbahaya bagi pendaki pemula.
Dari pos registrasi di Ranu Pani, Anda akan menjalankan perjalanan dengan jalan kaki sejauh lima sampai tujuh kilometer menyusuri lereng bukit yang ditimbuhi bunga edelweiss. Eits, walaupun bunga edelweiss ini tumbuh liar namun sebaiknya Anda jangan memetik sembarangan. Sebab bunga ini termasuk bunga langka yang mesti kita lestarikan.
Kemudian Anda akan tiba di Watu Rejeng, sebuah titik yang mempunyai batuan terjal yang indah. Perjalanan Anda selanjutnya akan ditemani oleh pemandangan lembah dan bukit yang ditumbuhi pohon cemara dan pinus. Apabila beruntung, Anda dapat memandang kepulan asap dari puncak Semeru. Perjalanan ini memakan waktu lima sampai tujuh jam, tergantung tenaga fisik Anda. Sepanjang perjalanan, terdapat 4 pos peristirahatan yang dapat Anda gunakan jika lelah.
Setibanya di Ranu Kumbolo, Anda dapat mendirikan kemah, dan berkumpul bersama pendaki-pendaki lainnya. Apabila cuaca cemerlang dikala malam hari, Anda dapat memandang gugusan bintang dalam galaksi bima sakti yang indah. Dan dikala sang surya mulai terbit keesokan harinya, Anda dapat memandang estetika sang surya terbit di balik dua bukit hijau yang dipadukan dengan beningnya air danau.
Yang perlu Anda perhatikan dikala berada di sini :
a. Air di danau Ranu Kumbolo sungguh-sungguh bersih dan jernih, sehingga dapat lantas diminum. Anda dilarang mandi, buang air dan berenang di danau ini.
b. Dikala malam udara di Ranu Kumbolo dapat mencapai minus 5 derajat Celcius, oleh sebab itu penting bagi Anda untuk membawa jaket khusus mendaki.
c. Bawalah kantong plastik sendiri khusus untuk daerah sampah. Jangan meninggalkan sampah di lingkungan ini walaupun cuma sebungkus permen.
Meledaknya film ini membuat banyak orang berbondong-bondong untuk mendaki Gunung Semeru. Pendakian mereka tak semua sampai puncak. Kebanyakan mereka mendaki sampai sampai Ranu Kumbolo, kemudian berkemping di sana.
Ranu Kumbolo adalah sebuah danau air tawar yang sering menjadi daerah transit bagi para pendaki Gunung Semeru. Terletak di ketinggian 2.400 mdpl, Ranu Kumbolo juga adalah sumber air bersih bagi para pendaki. Dengan debit air yang berlimpah, danau ini menjadi daerah berkumpul bari para pendaki untuk berkemah. Ranu Kumbolo berlokasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di antara kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Bagi Anda yang berada di luar Jawa Timur, dapat menggunakan trek udara menuju Malang lewat bandar udara Abdurrahman Saleh. Tetapi jika Anda lebih menyenangi perjalanan yang santai, dapat menggunakan kereta api menuju stasiun kota baru.
Sesudah tiba di kota Malang, Anda dapat mncari angkutan lazim menuju desa Tumpang kemudian berhenti di Terminal Tumpang. Perjalanan selanjutnya dapat Anda tempuh menggunakan mobil jeep (SUV) yang disewakan penduduk sekitar menuju Ranu Pani.
Sejujurnya, perjalanan liburan menuju Ranu Kumbolo bukanlah perjalanan yang gampang, bahkan dapat dikatakan perjalanan yang berat sebab membutuhkan tenaga fisik yang prima dan perbekalan yang cukup.
Disarankan bagi Anda yang berharap berlibur ke sini, paling tak selama satu minggu sebelumnya latihan fisik terutamanya daulu. Latihan fisik ini dapat berupa jogging, gym, lari, dan olahraga lain yang dapat meningkatkan tenaga tahan dan tenaga tubuh Anda.
Kecuali fisik, siapkan foto kopi KTP sebanyak tiga lembar, surat keterangan sehat dari dokter, dan materai. Di Ranu Pani nanti sebelum mendaki, Anda akan dipinta menjalankan registrasi dengan memperlihatkan dua surat ini. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan sebagai perbuatan penyelamatan dapat terjadi sesuatu yang buruk pada Anda dikala perjalanan.
Hal terakhir yang mesti Anda siapkan sebelum menjalankan perjalanan adalah peralatan mendaki seperti jaket (usahakan jaket tebal yang tahan air), kaos kaki, sarung tangan, penutup kepala, penutup telinga, masker, sleeping bag, kemah, makanan, dan air minum. Bawalah persediaan air yang cukup. Anda juga dapat membawa coklat atau madu untuk membantu menambah stamina dikala perjalanan mendaki.
Perjalanan menuju Ranu Kumbolo
Karcis masuk ke Ranu Kumbolo kurang lebih 10.000 Rupiah per orang dan 20.000 Rupiah per kemah. Untuk mencapai Ranu Kumbolo, ada dua opsi trek pendakian menuju Ranu Kumbolo adalah lewat Watu Rejeng dan Bukit Ayek-ayek.
Jalur Watu Rejeng jauh lebih gampang ditempuh namun membutuhkan waktu yang lebih lama. Sedangkan lewat trek Bukit Ayek-ayek, perjalanan jauh lebih cepat namun jalannya terjal dan cukup berbahaya bagi pendaki pemula.
Dari pos registrasi di Ranu Pani, Anda akan menjalankan perjalanan dengan jalan kaki sejauh lima sampai tujuh kilometer menyusuri lereng bukit yang ditimbuhi bunga edelweiss. Eits, walaupun bunga edelweiss ini tumbuh liar namun sebaiknya Anda jangan memetik sembarangan. Sebab bunga ini termasuk bunga langka yang mesti kita lestarikan.
Kemudian Anda akan tiba di Watu Rejeng, sebuah titik yang mempunyai batuan terjal yang indah. Perjalanan Anda selanjutnya akan ditemani oleh pemandangan lembah dan bukit yang ditumbuhi pohon cemara dan pinus. Apabila beruntung, Anda dapat memandang kepulan asap dari puncak Semeru. Perjalanan ini memakan waktu lima sampai tujuh jam, tergantung tenaga fisik Anda. Sepanjang perjalanan, terdapat 4 pos peristirahatan yang dapat Anda gunakan jika lelah.
Setibanya di Ranu Kumbolo, Anda dapat mendirikan kemah, dan berkumpul bersama pendaki-pendaki lainnya. Apabila cuaca cemerlang dikala malam hari, Anda dapat memandang gugusan bintang dalam galaksi bima sakti yang indah. Dan dikala sang surya mulai terbit keesokan harinya, Anda dapat memandang estetika sang surya terbit di balik dua bukit hijau yang dipadukan dengan beningnya air danau.
Yang perlu Anda perhatikan dikala berada di sini :
a. Air di danau Ranu Kumbolo sungguh-sungguh bersih dan jernih, sehingga dapat lantas diminum. Anda dilarang mandi, buang air dan berenang di danau ini.
b. Dikala malam udara di Ranu Kumbolo dapat mencapai minus 5 derajat Celcius, oleh sebab itu penting bagi Anda untuk membawa jaket khusus mendaki.
c. Bawalah kantong plastik sendiri khusus untuk daerah sampah. Jangan meninggalkan sampah di lingkungan ini walaupun cuma sebungkus permen.


0 Response to "Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi Di Kaki Mahameru"
Post a Comment