-->

Review Honda CR-V Facelift 2.4 Prestige

Huge improvement! Itu yang dapat aku katakan ketika memandang Honda CR-V 2.4 Prestige facelift, aku kurang menyukai dengan desain Honda CR-V generasi ini yang belum menerima facelift, terasa hambar, datar dan tak fituristik. Tetapi sentuhan facelift yang dilakukan Honda kepada eksterior mobil ini seharusnya diacungi jempol.


Ubahan yang dilakukan Honda cukup banyak, mulai dari lampu depan desain baru, grille model baru, bumper depan model baru serta penambahan fitur pencahayaan seperti LED DRL dan lampu depan HID, tapi sayangnya yang menerima HID hanya model Prestige saja.

Untuk varian Prestige, kita menerima velg yang sama dengan varian 2.4 yang memiliki velg berukuran 18 inchi model kipas angin. Pewarnaan two tone color membikin menjadi futuristik diperbandingkan dengan varian 17 inchi.

Di bagian belakang, entah kenapa menurut kami desainnya menjadi semakin buruk rupa. Rasanya Honda tak perlu memberikan lampu dengan lekukan garnish aneh bin ajaib, apalagi ia belum dilengkapi dengan lampu LED seperti mobil masa sekarang.

Masuk ke dalam Honda CR-V, kita akan menemukan desain dashboard yang sama persis dengan model lama, perbedaannya untuk sekarang Honda CR-V tampil lebih mewah dengan penggunaan material soft touch pada bagian dashboard dan door trim bagian atas. Untuk membuatnya tampil lebih mewah lagi, Honda juga memberikan jahit-jahitan palsu yang sesungguhnya tak perlu.

Honda menyematkan layar MID 5 inchi yang sangat besar di bagian atas dashboard supaya tampak seperti i-Drive BMW. Meski tampak modern dan keren, MID ini ialah hal yang membikin kami tak menyukai dengan dashboard CR-V, sebab kecuali tampilannya kurang baik, ia membikin kamera parkir mobil ini jadi sulit tampak sebab lokasinya jauh dan kecil. Patut kamera parkir diintegrasikan saja ke audio 7 inchi, bukan ke layar MID berukuran 5 inchi itu.

Duduk di Honda CR-V terbaru ini rasanya masih sama dengan varian non facelift, tempat duduknya nyaman, empuk dan memiliki banyak pengaturan ditambah electric seat. Hanya saja rasanya duduk di Honda CR-V terbaru tak selega Honda CR-V generasi ketiga yang kerap kami gunakan sebelumnya. Mungkin ini diakibatan oleh desain dashboard baru yang lebih padat diperbandingkan dengan model sebelumnya.

Meski fitur dan peningkatan material interior Honda CR-V ini membaik, kami masih menemukan hal-hal fatal yang membikin mobil ini terasa murah. Seandainya anda perhatikan lebih lanjut, Honda CR-V masih punya material-material plastik tipis, kasar dan yang goyang ketika diraba di sebagian bagian, fit and finishnya juga masih terasa tak rapih, serta hal yang paling tak disukai oleh pemilik mobil ini ada pada panel power window pada door trimnya yang memiliki potongan plastik tajam, apabila tak hati-hati tangan kita dapat tergores hasilnya. Duh!

Nah soal akomodasi, aku merasa ada yang kurang pada Honda CR-V terbaru ini di bangku baris kedua, legroomnya terasa cukup dan tak seluas generasi ketiga, begitupula dengan recliningnya yang sekarang hanya 2 step, itupun masih sangat terbatas. Honda sengaja mengorbankan kenyamanan bangku baris kedua yang kita dapatkan pada CR-V lawas yang memiliki bangku sliding dan reclining yang baik demi menambahkan fitur one touch folding yang dapat membikin mobil ini terlipat rata lantai secara otomatis dengan satu tuas saja dari bagian bagasi. Memang sih mudah sekali menerapkannya ketika kita hendak membawa barang. Tetapi rasanya orang Indonesia lebih butuh kenyamanan bangku baris kedua diperbandingkan dengan mekanisme canggih seperti itu. Kasarnya, kita kan lebih kerap bawa penumpang baris kedua ketimbang membawa barang bukan?

Soal bagasi, Honda CR-V terbaru ini tak ada problem, ia memiliki kapasitas 589 liter dan dapat ditambah menjadi 1.669 liter ketika bangku baris kedua dilipat. Sedikit lebih lega diperbandingkan dengan model sebelumnya.

Untuk varian Prestige, kita menerima head unit 7 inchi dengan desain yang oke, memang sih menu-menunya tampak seperti head unit cina, tapi tak problem. Kecuali dapat memutar CD, DVD, MP3, USB dan AUX, ia juga memiliki koneksi Bluetooth, screen mirroring serta GPS Navigasi yang dapat diandalkan. Tata bunyi Honda CR-V Prestige ini juga dapat diacungi jempol menurut kami walaupun belum dilengkapi dengan Fender audio.

Soal fitur, diperbandingkan dengan model non facelift, mobil ini memiliki improvement yang seharusnya diacungi jempol. Contohnya saja, kita sudah dibekalli dengan fitur pembersih udar nano-e, sunroof, power back door, tweeter baru (model non facelift nggak ada loh), wooden panel berwarna hitam yang mewah, 6 buah airbags, hill start assist dan Electronic Power Steering yang memiliki motion adaptive. Konon, motion adaptive pada EPS mobil ini dapat mengurangi understeer dan oversteer melalui gerakan power steering.

Fitur-fitur lama yang disematkan pada model non facelift juga masih dipertahankan, seperti vehicle stability assist, cruise control, 8 power driver seat, flat floor cabin, one touch folding rear seat, keyless entry dengan push start stop engine button, ECON mode, AC dual zone dengan ventilasi di baris kedua dan paddle shifter. Cukuplah untuk mobil dengan harga nyaris 500 juta-an.

Honda punya model start stop engine button paling menarik diperbandingkan dengan mobil-mobil merek lain, tombol bulat berwarna merah yang dimiliki mobil-mobil Honda terasa seperti menekan tombol starter sebuah mobil balap berperforma tinggi walaupun bukan.

Mesin 2.400 cc milik Honda CR-V ini memiliki bunyi yang halus, tapi kok getaran mesinnya cukup terasa yah, apalagi apabila transmisi kita pindah ke posisi �D�. Aneh, walaupun mobil yang kami uji kilometernya baru 850 km saja alias masih kinyis-kinyis.

Diatas kertas, walaupun paling kecil ccnya diperbandingkan X-Trail dan CX-5, Honda Prospect Motor sukses menyulap daya Honda CR-V generasi keempat menjadi yang paling besar di kelasnya dengan 190 Pintar, untuk versi Eropa dan Amerika, dayanya hanya 185 Pintar saja. tapi walaupun dayanya besar, torsi tak dapat dusta, berbekal mesin paling kecil tentu saja mobil ini punya torsi paling kecil juga dengan 222 Nm saja.

0 Response to "Review Honda CR-V Facelift 2.4 Prestige"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel