Pemandian Air Panas Dengan Banyak Mitos
Sunday, October 21, 2018
Add Comment
Bandung yang terkenal sebagai Paris Van Java Indonesia memang sering kali diciptakan sebagai destinasi tamasya bagi para pelancong dari Jakarta. Jaraknya yang dekat dan suhunya yang lebih dingin membuat kota ini senantiasa penuh ketika tamasya.
Bandung memang terkenal dengan Kawah Putih dan Trans Studio, melainkan selain itu Bandung juga memiliki tamasya alam lain yang asyik untuk menghabiskan akhir minggu. Liburan alam hal yang demikian yaitu Taman Liburan Maribaya Bandung.
Air terjun Maribaya yaitu bagian dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang terletak di Agar Maribaya, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Sekitar 15 km dari kota Bandung dan sekitar 5 km dari arah timur Lembang.
Air terjun ini dapat diakses dengan transportasi biasa. Trek yang wajib Anda tempuh yaitu dengan naik angkutan kota dari Lembang ke arah Maribaya. Sesudah menempuh perjalanan kurang lebih 5 km, Anda akan tiba di jembatan Maribaya.
Bagi Anda yang membawa kendaraan pribadi dari Jakarta dapat mengaplikasikan rute Cikampek � Cipularang � keluar di Sadang. Dari Sadang � Subang � Ciater � Lembang. Agar menuju lokasi ini sudah beraspal dan sungguh-sungguh nyaman dilalui kendaraaan.
Si dapat masuk ke lokasi tamasya ini, Anda dikenakan tarif karcis masuk 8.000 Rupiah bagi tiap pengunjung. Apabia Anda ingin mandi di pemandian air panas karenanya Anda wajib membayar tarif tersendiri sebesar 5.500 Rupiah untuk orang dewasa, dan 2.500 Rupiah bagi anak-anak. Lokasi tamasya Maribaya Bandung dibuka mulai pukul 8 pagi sampai dengan 4 sore.
Di kaki Gunung Masigit ada sebuah perkampungan kecil yang dialiri oleh dua sungai. Di perkampungan ini hidup seorang wanita yang memiliki anak menawan. Karena hal yang demikian bernama Maribaya, sebab kecantikannya, sang anak menjadi sumber kehebohan bagi kaum lelaki.
Selain kecantikan puterinya, mereka takut akan terjadi malapetaka pada keluarganya. Oleh sebab itu mereka menetapkan untuk pergi bertapa ke Gunung Tangkuban Perahu untuk mencari wangsit.
Sekembalinya dari pertapaan, Eyang Raksa Dinata yang yaitu ayah dari Maribaya melaksanakan wangsit untuk menumpahkan bokor, kemudian munculah sumber air panas yang mengandung sulfur.
Sumber air panas hal yang demikian mulai dioptimalkan pada tahun 1835 oleh Eyang Raksa. Sehingga banyak pengunjung yang datang ke sana untuk rekreasi atau berobat. Eyang Raksa yang sebelumnya cuma ingin menghindari pertumpahan darah sebab si kecilnya bahkan mendapat berkah berupa penghasilan dari pengunjung yang banyak berdatangan.
Di Maribaya ada sebagian lokasi menarik yang dapat Anda kunjungi, lokasi yang pertama yaitu Air Terjun Maribaya. Air terjun ini yaitu air terjun yang masih sungguh-sungguh alami dengan latar pohon-pohon yang akan membuat Anda merasa tenang bila berada di sini.
Air terjun ini juga biasa disebut sebagai Curug Omas oleh warga sekitar. Dengan ketinggian kurang lebih sekitar 30 meter, di dekat air terjun ini juga didirikan dua jembatan yang mempermudah para pengunjung merasakan air terjun tanpa wajib takut berair.
Apabila merasakan estetika air terjun dari jembatan, Anda juga dapat merasakan estetika air terjun dari dekat sambil berfoto di atas bebatuan raksasa yang ada di bawah air terjun. Selain Anda ingin melaksanakan kesibukan ini sebaiknya persiapkan pakaian ganti sebab sudah pasti Anda akan berair kuyub terkena percikan air yang deras.
Anda juga dapat menggelar tikar di sekitar air terjun sambil menyantap bekal bersama teman dan keluarga. Pasti menyenangkan bersenda gurau bersama orang-orang terdekat diiringi gemercik suara air, hawa yang sejuk dan semilir angin. Ada juga para pejajak tikar bagi Anda yang tidak membawa persiapan piknik. Para penjajak tikar ini juga dapat Anda mintai tolong untuk mengorderkan makanan di warung sekitar.
Apabila merasakan estetika air terjun, Anda juga dapat berendam dalam air panas. Berendam dalam air panas di Maribaya dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Sambil berendam dalam air panas Anda juga dapat merasakan jagung bakar dan ketan bakar yang lezat.
Bagi Anda yang suka jalan kaki sambil merasakan alam terbuka dapat mencoba trekking di Taman Hutan Raya Djuanda. Dengan trekking melewati taman ini nanti Anda dapat menemukan gua Belanda dan gua Jepang. Anda bahkan dapat bebas keluar masuk gua ini. Apabila Anda menetapkan untuk masuk ke dalam gua janga lupa menyiapkan alat penerangan seperti senter.
Selain ini dikarenakan di dalam gua sangatlah gelap dan tanpa penerangan sehingga Anda tidak mungkin dapat menelusuri gua ini. Selain Anda tidak ingin repot-repot membawa alat penerangan, di sini juga disediakan tempat penyewaan lampu senter.
Ke Maribaya Bandung jangan lupa juga merasakan kelezatan Bandrek haneut yang yaitu minuman khas kota Bandung. Anda bia membeli minuman ini di warung-warung yang terdapat di sebagian lokasi peristirahatan. Apabila bandrek, bala-bala juga yaitu makanan favorit masyarakat Bandung.
Bandung memang terkenal dengan Kawah Putih dan Trans Studio, melainkan selain itu Bandung juga memiliki tamasya alam lain yang asyik untuk menghabiskan akhir minggu. Liburan alam hal yang demikian yaitu Taman Liburan Maribaya Bandung.
Air terjun Maribaya yaitu bagian dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang terletak di Agar Maribaya, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Sekitar 15 km dari kota Bandung dan sekitar 5 km dari arah timur Lembang.
Air terjun ini dapat diakses dengan transportasi biasa. Trek yang wajib Anda tempuh yaitu dengan naik angkutan kota dari Lembang ke arah Maribaya. Sesudah menempuh perjalanan kurang lebih 5 km, Anda akan tiba di jembatan Maribaya.
Bagi Anda yang membawa kendaraan pribadi dari Jakarta dapat mengaplikasikan rute Cikampek � Cipularang � keluar di Sadang. Dari Sadang � Subang � Ciater � Lembang. Agar menuju lokasi ini sudah beraspal dan sungguh-sungguh nyaman dilalui kendaraaan.
Si dapat masuk ke lokasi tamasya ini, Anda dikenakan tarif karcis masuk 8.000 Rupiah bagi tiap pengunjung. Apabia Anda ingin mandi di pemandian air panas karenanya Anda wajib membayar tarif tersendiri sebesar 5.500 Rupiah untuk orang dewasa, dan 2.500 Rupiah bagi anak-anak. Lokasi tamasya Maribaya Bandung dibuka mulai pukul 8 pagi sampai dengan 4 sore.
Di kaki Gunung Masigit ada sebuah perkampungan kecil yang dialiri oleh dua sungai. Di perkampungan ini hidup seorang wanita yang memiliki anak menawan. Karena hal yang demikian bernama Maribaya, sebab kecantikannya, sang anak menjadi sumber kehebohan bagi kaum lelaki.
Selain kecantikan puterinya, mereka takut akan terjadi malapetaka pada keluarganya. Oleh sebab itu mereka menetapkan untuk pergi bertapa ke Gunung Tangkuban Perahu untuk mencari wangsit.
Sekembalinya dari pertapaan, Eyang Raksa Dinata yang yaitu ayah dari Maribaya melaksanakan wangsit untuk menumpahkan bokor, kemudian munculah sumber air panas yang mengandung sulfur.
Sumber air panas hal yang demikian mulai dioptimalkan pada tahun 1835 oleh Eyang Raksa. Sehingga banyak pengunjung yang datang ke sana untuk rekreasi atau berobat. Eyang Raksa yang sebelumnya cuma ingin menghindari pertumpahan darah sebab si kecilnya bahkan mendapat berkah berupa penghasilan dari pengunjung yang banyak berdatangan.
Di Maribaya ada sebagian lokasi menarik yang dapat Anda kunjungi, lokasi yang pertama yaitu Air Terjun Maribaya. Air terjun ini yaitu air terjun yang masih sungguh-sungguh alami dengan latar pohon-pohon yang akan membuat Anda merasa tenang bila berada di sini.
Air terjun ini juga biasa disebut sebagai Curug Omas oleh warga sekitar. Dengan ketinggian kurang lebih sekitar 30 meter, di dekat air terjun ini juga didirikan dua jembatan yang mempermudah para pengunjung merasakan air terjun tanpa wajib takut berair.
Apabila merasakan estetika air terjun dari jembatan, Anda juga dapat merasakan estetika air terjun dari dekat sambil berfoto di atas bebatuan raksasa yang ada di bawah air terjun. Selain Anda ingin melaksanakan kesibukan ini sebaiknya persiapkan pakaian ganti sebab sudah pasti Anda akan berair kuyub terkena percikan air yang deras.
Anda juga dapat menggelar tikar di sekitar air terjun sambil menyantap bekal bersama teman dan keluarga. Pasti menyenangkan bersenda gurau bersama orang-orang terdekat diiringi gemercik suara air, hawa yang sejuk dan semilir angin. Ada juga para pejajak tikar bagi Anda yang tidak membawa persiapan piknik. Para penjajak tikar ini juga dapat Anda mintai tolong untuk mengorderkan makanan di warung sekitar.
Apabila merasakan estetika air terjun, Anda juga dapat berendam dalam air panas. Berendam dalam air panas di Maribaya dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Sambil berendam dalam air panas Anda juga dapat merasakan jagung bakar dan ketan bakar yang lezat.
Bagi Anda yang suka jalan kaki sambil merasakan alam terbuka dapat mencoba trekking di Taman Hutan Raya Djuanda. Dengan trekking melewati taman ini nanti Anda dapat menemukan gua Belanda dan gua Jepang. Anda bahkan dapat bebas keluar masuk gua ini. Apabila Anda menetapkan untuk masuk ke dalam gua janga lupa menyiapkan alat penerangan seperti senter.
Selain ini dikarenakan di dalam gua sangatlah gelap dan tanpa penerangan sehingga Anda tidak mungkin dapat menelusuri gua ini. Selain Anda tidak ingin repot-repot membawa alat penerangan, di sini juga disediakan tempat penyewaan lampu senter.
Ke Maribaya Bandung jangan lupa juga merasakan kelezatan Bandrek haneut yang yaitu minuman khas kota Bandung. Anda bia membeli minuman ini di warung-warung yang terdapat di sebagian lokasi peristirahatan. Apabila bandrek, bala-bala juga yaitu makanan favorit masyarakat Bandung.


0 Response to "Pemandian Air Panas Dengan Banyak Mitos"
Post a Comment