Momen Historis Batavia Yang Tak Boleh Dilewatkan
Sunday, October 14, 2018
Add Comment
Pernah mendengar istilah �Jangan sekali-kali melupakan sejarah�? Kalimat ini disuarakan oleh Bung Karno agar si kecil muda tidak pernah melupakan jasa para pahlawan. Ada banyak sekali metode untuk terus menghargai sejarah, salah satunya dengan mengunjungi tempat tamasya bersejarah.
Destinasi lain yang juga tidak boleh dilupakan kala berkunjung ke Kota Tua Jakarta yakni Kios Merah. Baron Van Imhoff, gubernur jendral VOC dan penggagas bangunan Istana Bogor, yakni sosok yang mendirikan tempat unik ini. Itu masuk ke dalam, Anda akan mendapati suasana dan perabotan zaman kolonial yang masih semacam itu terjaga orisinalitasnya sampai ketika ini. Sungguh menarik bukan?
Nah, bagi Anda yang yakni warga Jakarta atau pelancong yang sedang berkunjung ke ibu kota, Kota Tua yakni tempat tamasya bersejarah yang harus Anda datangi. Kenapa Kota Tua?. Kota Tua yakni kawasan penting di masa penjajahan dahulu. Kawasan ini mencakup sebagian kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara, mulai dari Pelabuhan Sunda Kelapa sampai Museum Bank Indonesia.
Pada masanya, Pelabuhan Sunda Kelapa yakni pelabuhan terbesar dan tersibuk yang dipakai untuk aktivitas jual beli dalam perdagangan internasional. Meski kawasan sekitar Museum Bank Indonesia dan Museum Fatahilah yakni salah satu pusat pemerintahan kolonial.
Sama seperti kawasan kota lama di sebagian kota di Indonesia malah dunia, Kota Tua Jakarta ini dimanfaatkan sebagai tempat tamasya bersejarah dengan merubah fungsi bangunan lama menjadi museum yang menyimpan banyak kabar berharga tentang sejarah kota.
Ada apa di Kota Tua?
Sebab cakupannya yang luas, Kawasan Kota Tua Jakarta ini memiliki sebagian objek tamasya menarik yang harus Anda kunjungi demi mengenal sejarah, di antaranya:
Apa menariknya Pelabuhan Sunda Kelapa? Pelabuhan kuno yang pernah menjadi pelabuhan utama perdagangan internasional ini menjadi saksi kejayaan Jakarta atau Batavia di masanya. Dulu, pelabuhan ini ramai sekali dengan pedagang dari Cina, Arab dan India yang sibuk menjual barang dagangan yang dibawanya untuk ditukar dengan uang atau rempah-rempah.
Saking tuanya, Pelabuhan Sunda Kelapa malah diklaim telah beroperasi semenjak Jakarta didirikan. Daerah ini telah menjadi saksi kejayaan Kerajaan Pajajaran, kedatangan bangsa Portugal, kehidupan makmur Kerajaan Demak, sampai masa-masa dimulainya kekuasaan Belanda di Indonesia.
Lain dahulu, lain kini. Dikala ini, pelabuhan ini dijadikan tempat �parkir� kapal nelayan setempat. Namun bukan berarti hal ini membuat Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi kurang menarik. Waktu yang pas untuk mengunjungi tempat tamasya ini yakni pada petang hari memasuki senja. Siluet kapal-kapal nelayan berpadu dengan cahaya jingga akan menjadi objek foto yang indah untuk dikenang. Untuk kuliner, di sekitar tempat tamasya ini terdapat banyak toko makan yang memberi tahu aneka olahan seafood lezat.
Museum ini juga diketahui dengan nama Museum Batavia atau Museum Sejarah Jakarta. Terdiri dari tiga lantai, museum ini memiliki tidak kurang dari 25.000 koleksi benda bersejarah. Sangat pantas dikunjungi bagi Anda yang berkeinginan sekadar memandang furnitur, keramik, meriam, prasasti, dan artefak unik lain yang telah mengiringi perkembangan kota Jakarta.
Untuk bisa masuk ke museum Fatahillah, Anda harus membayar karcis masuk senilai 2.000 Rupiah saja, cukup murah bukan? Apalagi bila dibandingi dengan tarif yang harus Anda bayar, bila menetapkan untuk bertamasya akhir pekan ke luar kota. Museum buka setiap hari Selasa sampai Minggu, antara jam 9 pagi sampai 3 petang.
Gedung satu ini tidak murni didirikan sebagai ruang pamer berbagai benda-benda bersejarah. Di masa lalu, Museum Fatahillah juga pernah dipakai sebagai balai kota, pengadilan, dan malah juga memiliki penjara bawah tanah.
Salah satu tempat lebih-lebih di museum ini tidak berlokasi di dalam, namun di lapangan yang ada di luar. Di tempat inilah, para penjajah umumnya mengeksekusi tahanan.
Museum Bank Indonesia yakni salah satu tempat tamasya yang menarik perhatian banyak pelancong. Bangunan tempat museum berdiri dulunya yakni Binnen Hospital. Namun seiring berjalannya waktu, berdirilah De Javasche Bank pada tahun 1828 atau yang nantinya menjadi cikal bakal Bank Indonesia.
Ada banyak objek menarik yang bisa Anda lihat di Museum Bank Indonesia, lebih-lebih bagi Anda yang menyenangi aktivitas fotografi. Tak heran bila tempat ini yakni salah satu yang paling sering kali dikunjungi di kawasan Kota Tua Jakarta.
Museum Bank Indonesia bisa dikunjungi setiap hari Selasa sampai Kamis, antara pukul 8:00 sampai 14:30, Hari Jumat, pukul 08:00 sampai 11:00 serta Sabtu dan Minggu, antara pukul 9:00 sampai 16:00. Menariknya, pengunjung bisa masuk ke museum ini dengan gratis.
Destinasi lain yang juga tidak boleh dilupakan kala berkunjung ke Kota Tua Jakarta yakni Kios Merah. Baron Van Imhoff, gubernur jendral VOC dan penggagas bangunan Istana Bogor, yakni sosok yang mendirikan tempat unik ini. Itu masuk ke dalam, Anda akan mendapati suasana dan perabotan zaman kolonial yang masih semacam itu terjaga orisinalitasnya sampai ketika ini. Sungguh menarik bukan?
Namun sayang, memasuki tempat satu ini tidak gampang. Statusnya yang tidak terbuka untuk publik, membuat Anda harus mengantongi izin khusus dari pihak berwenang untuk bisa merasakan warisan peninggalan kolonial di Kios Merah. Namun bila hanya berkeinginan sekadar berfoto dan merasakan suasana kuno yang ada di sekitarnya, Anda bisa berkeliling di kawasan sekitar bangunan ini.
Disarankan ia sebagian tempat menarik yang bisa Anda kunjungi di kawasan tamasya Kota Tua Jakarta. Kawasan tidak datang di akhir pekan, karena tempat ini umumnya amat ramai dengan pengunjung, baik mereka yang tinggal di dalam, ataupun berasal dari luar kota. Kawasan ini juga sering kali jadi tempat favorit berbagai jenis klub fotografi di ibu kota untuk berburu foto-foto menarik guna menambah portofolio mereka.


0 Response to "Momen Historis Batavia Yang Tak Boleh Dilewatkan"
Post a Comment