Kebiasaan Remeh Ini Ternyata Bisa Bikin Kantong Jebol
Thursday, October 18, 2018
Add Comment
Pepatah arif yang diajari dari Guru atau orang tua kita semenjak kecil �rajin pangkal pandai dan hemat pangkal kaya� sejatinya baru nanti akan kau rasakan dikala sudah dewasa atau sudah berpenghasilan sendiri. Sekiranya sedari kecil kau sudah terbiasa mengerjakan pepatah di atas alias bukan sekedar dihapal, karenanya kelak dikala sudah dewasa akan mengerti arti penting pepatah hal yang demikian.
Dalam kehidupan di era modern ini, ada begitu banyak godaan di sekeliling kita yang membuat kita terjebak gaya hidup boros tanpa kita sengaja. Iklan komputerisasi via telepon pintar, lingkungan sekitar bak dalam bentuk sahabat dalam pergaulan ataupun semua hal yang ada di pusat hiburan seolah membuat kita sering tak sadar mengeluarkan tarif yang harus belum kita butuhkan.
Mungkin terkesan remeh, namun rupanya beberapa budaya remeh hal yang demikian seringkali membuat kantong kita jebol tanpa kita sadar. Apa sajakah itu? Berikut ini ulasan lengkapnya.
1. Hobi Nongkrong di Kafe, dan Kafe Makan di Rumah
Di masa kini, bisnis masakan dan tempat nongkrong seperti restoran makin marak saja. Terbukti-si kecil muda tampaknya kini mulai bergeser ke restoran yang dihasilkan tempat untuk bersosialisasi atau menyusun komunitas. Maraknya tempat nongkrong ini rupanya juga menggiring keluarga muda untuk turut dalam suasana layaknya ABG yang membuat budaya masak dan makan sendiri di rumah makin lama makin langka.
Beberapa budaya dan budaya baru hal yang demikian membawa pengaruh pemborosan yang tak disadari. Ambil teladan saja misalnya satu porsi makanan di toko makan atau restoran biasanya tak kurang dari Rp30.000 (mahalnya harga makan di restoran atau restoran karena mereka mengusung konsep memasarkan suasana) sehingga dalam 5 hari kerja saja, uang belanja Rp150.000 (berimbang dengan Rp600.000 per bulan) akan habis sekedar buat makan siang. Sekiranya di luar tarif transportasi dan tarif yang lainnya.
Coba bandingkan dengan membawa bekal makanan dari rumah. Uang makan sebesar Rp600.000 per bulan bisa dipakai untuk yang lainnya, misalnya bayar kost bagi yang masih tinggal di kost atau bisa diinvestasikan di produk reksa dana saham. Tak produk reksa dana favorit malahan bisa memberikan imbal hasil hingga 15% per tahun. Sekiranya ini rutin dilakukan, hanya dalam 2 tahun, imbal balik dan dana yang disetorkan yang bisa kalian peroleh bisa mencapai kurang lebih Rp16,8 juta.
2. Gaya Hidup Royal dan Membanding-bandingkan Harga Produk
Diskon selain membuat orang jadi boros, sebetulnya punya sisi positif, ialah pembeli bisa mendapatkan produk dengan harga lebih murah dari harga normal. Selama bisa menjaga diri untuk tak konsumtif, karenanya membeli produk diskon baik untuk dilakukan. Mudah, harus setiap barang yang Anda beli harus diperbandingkan dan dicari versi diskonnya, sehingga bisa berhemat lebih banyak.
Pembelian non tunai via kanal transaksi online seperti kartu kredit atau layanan lain seperti Go Pay biasanya banyak menawarkan diskon.
3. Kurang Itu Berfikir Panjang sehingga Tempat Terjebak Tawaran SPG
Seorang salesman atau SPG yang handal, biasanya akan dibekali kecakapan untuk membujuk pelanggan supaya tergoda membeli produk ataupun jasa yang mereka tawarkan. Anda harus mengerti ini. Ingat, tak semua produk yang mereka tawarkan, sesuai kebutuhan.
Penawaran ini biasanya banyak dilakukan di mall, restoran, salon atau yang lainnya, misalnya saja beli 1 bisa 2, naik plafon kartu kredit, nambah saldo bisa cash back dan sebagainya. Pastikan berfikir panjang terutama dulu, apakah produk yang ditawarkan hal yang demikian memang diperlukan dikala ini atau tak.
4. Membandingkan Itu dengan Produk Isi Ulang
Produk isi ulang di desain untuk menghemat pembeli supaya tak perlu beli bungkus produk secara berulang. Membuang ialah air galon atau sampo, sabun, kecap dan sebagainya. Barang hal yang demikian biasanya ialah produk yang kita butuhkan sehari-hari. Manfaatkan kemasan isi ulang, tak perlu buang banyak uang untuk membeli produk baru setiap kali membutuhkannya.
5. Tempat Membuang Uang Receh
Uang receh biasanya ialah hasil kembalian beli barang di toko, kembalian karcis tol dan sebagainya. Kebingungan uang receh ini banyak bertebaran di ransel, saku celana, dashboard mobil, atau tempat lain dan jarang dikumpulkan dalam satu wadah yang rapi. Mobil kalau dikumpulkan, uang receh bisa dipakai untuk membeli barang yang berharga.
6. Hobi Koleksi Barang Bermerek.
Mengoleksi barang bermerk memang memberikan prestise tersendiri bagi pemakainya. Sekiranya konsekuensinya ialah harga yang mahal. Mobil untuk mutu barang yang sama, Anda bisa mendapatkan produk lain yang tak bermerk dengan harga yang jauh lebih murah. Sekiranya berharap berhemat, tidaklah arif membeli barang bermerk tanpa memperhatikan produk lain yang lebih murah.
7. Tetapi Ambil Uang di ATM Bank Lain
Mengambil uang di ATM yang sejenis tak perlu mengeluarkan tarif tambahan. Sekiranya kalau keadaan ATM bank yang kita tuju jauh dari lokasi, mengambil uang di ATM bank lain bisa dilakukan di zaman modern ini. Sekiranya demikian, ada konsekuensi tarif tambahan yang dibebankan. Sekiranya darurat tak permasalahan kita mengambil kadang-kadang di ATM bank lain, namun kalau dihasilkan budaya, sama saja dengan buang uang untuk hal yang tak perlu.
8. Mengutamakan Gengsi dan Hobi Ikut Latihan Kebugaran (Nge-gym)
Ikut olah raga di pusat kebugaran tentu baik untuk kesehatan. Sekiranya sebetulnya, untuk gaya hidup bugar dan sehat, tak perlu mengeluarkan tarif. Olah raga seperti lari pagi sekitar rumah atau kesibukan jasmaniah lainnya tentu saja cuma-cuma diperbandingkan kalau mengikuti membership pusat kebugaran (gym) yang biasanya berbiaya mahal.
9. Gaya Hidup Impulsif.
Gaya hidup gampang tergoda untuk membeli barang pada pandangan pertama seperti ini harus dikurangi. Tetapi ini biasanya berawal dari hobi jalan-jalan dan berbelanja yang berimbas organ visual kita gampang beratensi akan sebuah produk yang kelihatan �eye catching�. Sebelum mengerjakan pembelian, pikir dengan matang, apakah memang benar-benar memerlukan barang hal yang demikian atau tak.


0 Response to "Kebiasaan Remeh Ini Ternyata Bisa Bikin Kantong Jebol"
Post a Comment