-->

Beberapa Penyakit Kelenjar Adrenal

Pernahkah Anda mendengar kelenjar adrenal? Kelenjar adrenal yaitu kelenjar kecil yang berperan dalam memproduksi sebagian ragam hormon di dalam tubuh. Meski kecil, kelenjar adrenal mempunyai fungsi yang betul-betul besar bagi tubuh. Untuk itu, ketahui lebih jauh fungsi kelenjar adrenal berikut ini.


Pada dasarnya, tiap-tiap orang mempunyai dua buah kelenjar adrenal. Kedua kelenjar ini berlokasi di atas ginjal dan berukuran kurang lebih separuh ibu jari. Meski berukuran kecil, tetapi kelenjar adrenal memainkan peranan penting dalam memproduksi hormon dan menunjang berjenis-jenis fungsi di dalam tubuh. Sehingga, gangguan pada kelenjar ini akan mengakibatkan dampak yang besar bagi tubuh. Ada sebagian penyakit yang dapat memengaruhi fungsi kelenjar adrenal, yaitu:

Sindrom Cushing

Sindrom Cushing terjadi ketika tubuh kelebihan hormon kortisol dalam waktu yang lama. Keadaan ini umumnya acap kali dialami wanita dan mereka yang berusia 25-40 tahun. Gejala yang dimunculkan dari sindrom Cushing antara lain kenaikan berat badan, wajah sembab dan kemerahan, berjerawat, tubuh terasa betul-betul lelah, otot melemah, serta meningkatknya tekanan darah dan kadar gula darah. Jikalau menyerang anak-anak, sindrom Cushing dapat menyebabkan obesitas dan pertumbuhan yang terhambat.

Penyakit Addison

Penyakit Addison dapat terjadi ketika kelenjar adrenal mengalami kerusakan, sehingga membuat tubuh kekurangan hormon kortisol. Wanita dan orang berusia 30-50 tahun rentan terkena penyakit ini. Penyakit Addison memunculkan gejala berupa tubuh merasa kelelahan, kehilangan nafsu makan, berat badan menurun, otot melemah, bad mood, merasa acap kali haus, pusing, pingsan, kram, bibir atau gusi menjadi kehitaman.

Pheochromocytoma

Penyakit pheochromocytoma yaitu tumor jinak yang berkembang di kelenjar adrenal. Lazimnya kondisi ini dapat memengaruhi salah satu maupun kedua kelenjar adrenal. Penyakit pheochromocytoma dapat terjadi pada semua kelompok umur, tetapi paling banyak dialami pada umur 20-50 tahun. Gejala yang dimunculkan dari kondisi ini, antara lain sakit kepala, tremor, sesak napas, berkeringat secara berlebih, serta tekanan darah tinggi.

Hipoplasia adrenal kongenital

Yaitu penyakit turunan lahir dampak kelainan genetik yang menyebabkan kelenjar adrenal tak berfungsi dengan bagus, sehingga memengaruhi hormon yang diproduksi. Penyakit ini lebih banyak diderita oleh laki-laki, dan gejalanya dapat timbul semenjak lahir. Melainkan sebagian kasus, baru terdeteksi ketika penderitanya sudah berusia lebih tua. Pada bayi, kondisi ini dapat memunculkan gangguan elektrolit, dehidrasi, tekanan darah rendah, gula darah rendah, serta kelainan pada organ seksual.

Anda dapat menjaga kesehatan kelenjar adrenal dengan memakai pola hidup sehat, seperti mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, mengurangi konsumsi gula dan kafein, mengurangi stres, serta menghindari konsumsi junk food.

Tidak hanya organ tubuh besar yang semestinya dijaga, kelenjar adrenal yang kecil bahkan mempunyai peran yang tak sedikit bagi tubuh. Jikalau terdapat keluhan berkaitan gangguan kelenjar adrenal, Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter.

0 Response to "Beberapa Penyakit Kelenjar Adrenal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel