-->

Review Lengkap Interior Hyundai H-1 Facelift 2016

Desain dashboard dari H-1 sendiri memang amat biasa, tidak ada faktor desain yang cukup unik, aneh atau nyentrik dan berkeinginan membikin bibir ini bilang �wah�. Formatnya cukup standar dan materialnya sendiri tidak semewah Santa Fe misalnya, karena masih berbahan plastik. Kabar baiknya, tidak ada plastik tipis atau dashboard yang goyang-goyang dikala ditekan, dan ini artinya progresnya cukup bagus.


Duduk sebagai pengemudi di H-1 ini mungkin bukanlah metode menikmati H-1 yang paling bagus. Posisi mengemudinya memang ergonomis, melainkan tuas rem tangan yang �nyempil� di antara jok pengemudi dan jok penumpang itu mungkin posisinya terlalu ke bawah, sehingga sedikit kurang nyaman dikala berkeinginan ditarik. Anjuran untuk Hyundai, mungkin dapat mempertimbangkan penerapan rem parkir di kaki untuk ke depannya.

Pengontrolan setirnya bahkan hanya tilt steering saja, tanpa telescopic. Desain panel instrumen dan MID-nya bahkan standar, meski setidaknya kita sudah dapat steering switch control untuk audio kendaraan beroda empat ini. Di sisi kanan supir, ada tombol untuk lampu kabin, pencahayaan panel instrumen, pengoperasian serta penonaktifan pintu geser elektrik. Di depan sini, sudah ada dual airbags, dan kami suka lapisan kulit berkerut di doortrim-nya, detail ini seperti di Mercedes Benz E-Class W211.

Head unit H-1 sendiri lumayan, sudah punya double DIN dan dapat untuk DVD, CD, MP3, USB dan radio, meski kami tidak tahu apa ia sudah support Bluetooth atau belum. Hyundai H-1 ini memang tidak punya paddle shift, melainkan sudah punya mode manual secara tiptronic di tuas transmisinya. Bentuk AC digitalnya sendiri masih oke, melainkan kami tidak menemukan mode otomatis di sini, dan untuk tipe Royale, segala joknya sudah kulit.

Di kabin depan ini, kepraktisannya dapat kami puji, karena ada banyak laci dan tempat penyimpanan, cup holder serta kantung pintu yang besar. Jok di antar pengemudi dan penumpang depan bahkan dapat dijadikan jadi tempat penyimpanan apabila tidak ada yang berkeinginan duduk di situ, melainkan akan lebih bagus lagi apabila ada penutup penyimpanannya. Walaupun ada seatbelt 2 titik di jok tengah ini, duduk di tengah sini agak tidak direkomendasikan, karena apabila ada apa-apa, akan cukup riskan.

Nah, pembeli H-1 Royale harusnya menikmati mobilnya di kabin baris kedua. Berkat ukurannya yang super besar, kabin baris kedua ini super lega. Duduk Ottoman ialah standar bagi H-1 Royale, dan apabila anda pecinta kenyamanan, cobalah duduk di kursi ini, karena nyamannya luar biasa. Hal ini belum tentu kita temukan di MPV Jepang sejenis. Selega-leganya MPV roti tawar Jepang yang kita ketahui, kendaraan beroda empat ini masih jauh lebih lega.

Bicara legroom dan headroom? Lega mampus, dan enaknya kursi Ottoman ini ialah kita dapat memegang sandaran punggung dan kakinya secara elektrik hingga benar-benar rileks, sedap sekali! Sekiranya ada hal yang berkeinginan kami utarakan soal jok ini, ialah soal pergeseran slidingnya yang masih manual, meski kami suka karena jarak slidingnya jauh sekali. Kedua, dikala aku mengoperasikan reclining elektrik di kendaraan beroda empat yang anda lihat ini, ada suara decitan kecil seperti suara lapisan kulit yang bergesekan satu sama lain. Semoga soal suara decitan itu tidak ada di kendaraan beroda empat lain ya.

Fasilitas baris kedua meliputi cup holder dan meja lipat yang posisinya berada di antara kedua kursi Ottoman itu, di samping ventilasi AC yang juga hadir untuk baris ketiga dengan kenop putar untuk memegang AC ada di atap bagian tengah. Kantong di pintunya sendiri juga lega, dan kami suka monitor atapnya. Kenapa? Cobalah colek-colek monitornya dikala terbuka, karena monitor ini rigid, tidak seperti sebuah SUV ladder frame atau MPV miliaran yang roof monitor-nya masih �ngewer-ngewer� dikala dicolek.

Jalan Isuzu MU-X, ada pegangan untuk masuk ke kabinnya apabila anda butuh, terpenting bagi lansia. Sayang, kami tidak menemukan power outlet di kursi baris kedua, mungkin dapat menjadi pertimbangan untuk ke depannya. Empat ke kursi baris ketiga lewat gang di antara kursi Ottoman sendiri cukup memadai, karena jarak antar kursi masih oke untuk dilalui orang dewasa.

Di baris ketiga, ada jok yang siap menampung 3 orang, dan kursi penumpang kiri dan kanannya sudah punya headrest yang lebih lebar, jadi lebih nyaman apabila tertidur pulas di sini. Di sini, penumpang baris ketiga menerima storage untuk menyimpan barang, armrest, cup holder dan lain-lain. Agak disayangkan, kenapa tidak mendapatkan sabuk pengaman 3 titik, hanya 2 titik? Alternatif lain saja sabuk pengamannya 3 titik di segala baris. Untungnya, duduk di sini masih amat lega.

Bagasi Hyundai H-1 memang terbatas apabila jok baris ketiga dimundurkan habis, melainkan kita dapat menggeser-geser joknya, melipat sandaran yang terpisah 60:40 dan bahkan melipat sandaran paha kursi baris ketiga apabila berkeinginan dirapatkan dengan jok baris kedua dan mendapatkan bagasi yang lega sekali. Di belakang sini, ada power outlet dan jalan masuk untuk mengisi cairan wiper, sementara untuk dongkrak, disimpan rapi di bawah kursi pengemudi.


0 Response to "Review Lengkap Interior Hyundai H-1 Facelift 2016"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel