Jenis Bentuk Panggul dan Pengaruhnya Terhadap Proses Persalinan
Sunday, October 21, 2018
Add Comment
Pada pengerjaan persalinan, jalanan keluarnya bayi dalam kandungan dari rahim dipengaruhi oleh format dan ukuran panggul wanita. Anatomi panggul yakni salah satu elemen penentu apakah pengerjaan persalinan bisa dijalankan secara normal atau tak.
Ibu hamil perlu melaksanakan pemeriksaan panggul pada permulaan kehamilan untuk menerima pengevaluasian format panggul. Sebagian wanita memiliki format panggul yang kurang pantas untuk melahirkan normal. Sedangkan demikian itu, bukan berarti metode melahirkan normal lewat organ intim wanita tak mungkin untuk dijalankan. Bentuk panggul memberikan informasi tambahan kepada risiko terjadi hambatan dalam pengerjaan melahirkan.
Kecuali itu, gumpalan jaringan lunak tidak normal di dalam panggul bisa menutup jalanan lahir bayi. Jaringan tidak normal yang paling awam yakni mioma atau fibroid uterus, yakni massa yang muncul dari jaringan rahim. Kebanyakan pertumbuhan mioma ini tak menyebabkan permasalahan karena beberapa besar ditemukan pada komponen atas rahim. Tetapi, apabila mioma terdapat pada panggul komponen bawah, jalanan lahir bayi bisa tertutup.
Berikut yakni empat format tulang panggul wanita yang paling awam serta pengaruhnya kepada pengerjaan persalinan.
Platipeloid. Bentuk rongga panggul yakni oval, yang memipih yakni dari diameter komponen depan ke belakang. Hal ini bisa menyebabkan bayi dalam kandungan lewat panggul dengan posisi kepala melintang. Sekitar 5% wanita memiliki format panggul ragam ini.
Android. Sebetulnya format ini yakni tipikal panggul laki-laki, yang mana ukuran rongga panggul kecil dan formatnya menyerupai simbol hati. Pada ragam panggul ini, tulang bawah panggul (tulang iscium) cenderung menonjol dan lengkungan tulang panggul
Bentuk panggul android juga berisiko menyebabkan ketidakmajuan persalinan normal lewat organ intim wanita.
Ginekoid. Ini yakni format panggul yang paling awam pada wanita dan yakni format panggul terbaik yang pantas untuk melahirkan normal. Rongga dalamnya berbentuk oval.
Jarak dari sisi kanan ke sisi kiri panggul lebih lebar dibandingi dengan jarak dari komponen depan ke belakang. Pada format tulang panggul ini, tulang bawah panggul tumpul dan lengkungan pubik cukup besar, yakni sekitar 90� atau lebih lebar.
Antropoid. Pada ragam panggul ini, rongga dalamnya berbentuk oval, melainkan jarak antara sisi depan dan belakang lebih lebar dibandingi sisi kanan dan sisi kiri. Dinding samping sejalan dan komponen belakang cukup luas untuk menampung komponen belakang kepala bayi. Hal ini mengakibatkan bayi lahir menghadap ke atas.
Sebab ragam panggul turut menetapkan langkah terbaik metode persalinan pada wanita, maka penting untuk melaksanakan pemeriksaan kehamilan rutin sejak permulaan kehamilan, supaya bisa direncanakan pengerjaan persalinan yang paling aman.
Tak cuma anatomi panggul, keadaan ibu dan bayi dalam kandungan selama kehamilan, riwayat persalinan, dan preferensi pribadi juga mengendalikan peranan penting dalam menetapkan prosedur persalinan yang terbaik. Sebab itu, penting untuk berkonsultasi ke dokter kandungan selama masa kehamilan.
Ibu hamil perlu melaksanakan pemeriksaan panggul pada permulaan kehamilan untuk menerima pengevaluasian format panggul. Sebagian wanita memiliki format panggul yang kurang pantas untuk melahirkan normal. Sedangkan demikian itu, bukan berarti metode melahirkan normal lewat organ intim wanita tak mungkin untuk dijalankan. Bentuk panggul memberikan informasi tambahan kepada risiko terjadi hambatan dalam pengerjaan melahirkan.
Kecuali itu, gumpalan jaringan lunak tidak normal di dalam panggul bisa menutup jalanan lahir bayi. Jaringan tidak normal yang paling awam yakni mioma atau fibroid uterus, yakni massa yang muncul dari jaringan rahim. Kebanyakan pertumbuhan mioma ini tak menyebabkan permasalahan karena beberapa besar ditemukan pada komponen atas rahim. Tetapi, apabila mioma terdapat pada panggul komponen bawah, jalanan lahir bayi bisa tertutup.
Berikut yakni empat format tulang panggul wanita yang paling awam serta pengaruhnya kepada pengerjaan persalinan.
Platipeloid. Bentuk rongga panggul yakni oval, yang memipih yakni dari diameter komponen depan ke belakang. Hal ini bisa menyebabkan bayi dalam kandungan lewat panggul dengan posisi kepala melintang. Sekitar 5% wanita memiliki format panggul ragam ini.
Android. Sebetulnya format ini yakni tipikal panggul laki-laki, yang mana ukuran rongga panggul kecil dan formatnya menyerupai simbol hati. Pada ragam panggul ini, tulang bawah panggul (tulang iscium) cenderung menonjol dan lengkungan tulang panggul
Bentuk panggul android juga berisiko menyebabkan ketidakmajuan persalinan normal lewat organ intim wanita.
Ginekoid. Ini yakni format panggul yang paling awam pada wanita dan yakni format panggul terbaik yang pantas untuk melahirkan normal. Rongga dalamnya berbentuk oval.
Jarak dari sisi kanan ke sisi kiri panggul lebih lebar dibandingi dengan jarak dari komponen depan ke belakang. Pada format tulang panggul ini, tulang bawah panggul tumpul dan lengkungan pubik cukup besar, yakni sekitar 90� atau lebih lebar.
Antropoid. Pada ragam panggul ini, rongga dalamnya berbentuk oval, melainkan jarak antara sisi depan dan belakang lebih lebar dibandingi sisi kanan dan sisi kiri. Dinding samping sejalan dan komponen belakang cukup luas untuk menampung komponen belakang kepala bayi. Hal ini mengakibatkan bayi lahir menghadap ke atas.
Sebab ragam panggul turut menetapkan langkah terbaik metode persalinan pada wanita, maka penting untuk melaksanakan pemeriksaan kehamilan rutin sejak permulaan kehamilan, supaya bisa direncanakan pengerjaan persalinan yang paling aman.
Tak cuma anatomi panggul, keadaan ibu dan bayi dalam kandungan selama kehamilan, riwayat persalinan, dan preferensi pribadi juga mengendalikan peranan penting dalam menetapkan prosedur persalinan yang terbaik. Sebab itu, penting untuk berkonsultasi ke dokter kandungan selama masa kehamilan.


0 Response to "Jenis Bentuk Panggul dan Pengaruhnya Terhadap Proses Persalinan"
Post a Comment